Solar Panel Jadi Solusi Pengisian Mobil Listrik, Ini Penjelasannya
Produsen Toyota tengah melakukan pengujian perangkat solar panel yang bakal terintegrasi pada kendaraan elektrifikasi maupun hybridnya. Penggunaan panel surya bertujuan untuk meminimalisir selagi pengisian baterai menggunakan charging.

Solusi berasal dari permasalahan tersebut, kini banyak produsen yang diperkirakan bakal menggunakan panel surya sebagai basis pengisian tenaga listrik pada baterai mobil. Mengingat secara faedah panel surya hanya membutuhkan sinar matahari yang sesudah itu dikonvesi jadi kekuatan listrik yang dibutuhkan sebagai pengisian baterai.

Guna menopang proses pengisian yang ideal, produsen Toyota lebih-lebih telah menjadi melakukan uji jalur teknologi panel surya pada tipe Prius. Pengujian dilaksanakan di Jepang menggunakan tipe Prius PHV, yang diklaim memiliki proses pengisian tenaga baterai cepat tapi efisiensi tinggi.

 

Dalam uji cobalah teknologi selanjutnya Toyota menggandeng Sharp Corporation dan Organisasi Pengembangan Teknologi Industri dan Energi Baru (NEDO) di negara itu. Sebagai anggota berasal dari program, Sharp bakal memasok panel baterai surya onboard menggunakan sel efisiensi tinggi Baterai vrla .

Pengembangan dan pengujian penggunaan panel surya sendiri menurut Toyota memiliki tujuan untuk menilai efektivitas peningkatan jarak jelajah dan efisiensi bahan bakar kendaraan berlistrik yang ditambah bersama dengan baterai solar efisiensi tinggi.” Toyota memasang panel surya yang disajikan oleh Sharp di atap, kap, pintu palka belakang , dan anggota lain berasal dari Prius PHV untuk membuahkan mobil demo untuk uji cobalah jalur umum.

 

Dibandingkan bersama dengan Prius PHV yang telah tersedia bersama dengan proses atap pengisian tenaga surya, mobil demo lebih unggul di dalam segala hal. Pada 860 W, output pembangkitan kekuatan pengenal adalah 4,8 kali lebih besar dan efisiensi konversi sel baterai surya melebihi 34 % (dibandingkan 22,5 persen). Yang paling penting, mobil demo menggunakan proses yang isikan baterai mengemudi baik selagi mobil diparkir dan selagi bepergian.

Pengembangan ini diinginkan mengarah pada “peningkatan yang lumayan besar di dalam jelajah bertenaga listrik dan efisiensi bahan bakar.” Lebih khusus, Toyota mengklaim muatan maksimum harian kendaraan eksperimental untuk baterai selagi kendaraan yang diparkir setara bersama dengan rentang mengemudi 44,5 km ( 27,6 mil), dibandingkan bersama dengan mobil produksi 6,1 km (3,8 mil).

 

Segalanya jadi lebih baik ketika mobil bergerak, dikarenakan muatan maksimum harian dan catu kekuatan untuk mengemudi dan baterai tambahan menggapai kisaran mengemudi 56,3 km (35 mil). Sistem pengisian tenaga surya Prius PHV produksi hanya memasok kekuatan selagi bergerak ke baterai tambahan, yang menopang navigasi dan proses lainnya.

Toyota bakal melakukan uji cobalah di bawah berbagai suasana mengemudi di Toyota City, Tokyo, dan daerah lain di tanah kelahirannya. Tujuannya adalah untuk menggunakan information yang dihasilkan untuk pengembangan proses pengisian tenaga surya onboard.

Leave a Reply

Your email address will not be published.