“Ngobrol Bareng IC Episode 4”

Investor club sebagai keliru satu organisasi yang berada di bawah naungan FEB UKSW ulang mengadakan Ngobrol Bareng IC Episode 4 bersama tema “Kenapa Harus Saham Bagaimana Belinya?” terhadap hari Jumat, 26 Februari 2021 pukul 19.00. Acara ini diselerenggarakan lewat platform google meeting dan dihadiri oleh mahasiswa FEB UKSW, non FEB UKSW, maupun kalangan umum.

Ngobrol bareng IC episode kali ini diawali bersama doa pembuka oleh Yuvica Lara Rovantiane Adicondro selaku Fungsionaris IC Divisi Public Relation dan dilanjutkan bersama penyampaian materi oleh Nila Listiana selaku BPH Fungsionaris IC.

Pada sesi penyampaian materi, pembicara menyebutkan bahwa investasi saham itu ringan gara-gara memadai memasukkan kode saham, memilih inginkan belanja berapa lot, kemudian klik buy atau klik sell yang dilakukan terhadap jam bursa. Investasi saham itu terjangkau gara-gara belanja saham tidak mesti bersama uang yang besar dan menguntungkan. Keuntungan yang didapatkan dari investasi saham adalah capital gain, deviden, dan berkesempatan ikuti RUPS. Dari perihal yang menguntungkan tersebut, selamanya tersedia risiko yang dapat didapat gara-gara “high risk, high return”, dan jikalau tersedia capital gain tersedia termasuk capital loss.

Pembicara termasuk menyampaikan bahwa tidak semua saham membuahkan profit. Cara memilih saham yang membuahkan profit adalah bersama memandang perusahaan yang punyai corporate governance yang bagus atau bisa disebut GCG (Good Corporate Governance) dan memandang fundamentalnya bersama memandang laporan keuangan suatu perusahaan yang berpotensi untuk membuahkan profit secara berkelanjutan dan labanya konsisten bertumbuh bris stockbit .

Di pasar saham terdapat tiga style saham, yakni saham lapis pertama atau first liner yang likuiditasnya tinggi gara-gara kapitalisasi pasarnya tinggi. Kemudian, second liner atau saham lapis kedua, likuiditasnya masih memadai bagus. Sedangkan saham lapis ketiga atau third liner adalah saham yang disebut “saham gorengan” gara-gara tidak likuid dan sukar menjualnya. Cara memilih saham yang bagus termasuk dicermati secara grafik trend tengah berada di bullish, sideways, atau bearish. Ketika inginkan belanja saham, mesti memilih budget dan punyai money manajemen yang bagus. Sedangkan cara belanja saham yakni mesti punyai akun trading, tahu mekanisme pembelian saham, kemudian transfer dana ke RDI.

Leave a Reply

Your email address will not be published.